Bulan darah bukanlah fenomena langit tersendiri, melainkan pemandangan khusus saat gerhana bulan total. Ketika gerhana bulan total, Bumi menghalangi cahaya matahari langsung, tetapi sebagian cahaya merah yang dibiaskan atmosfer Bumi tetap mengenai bulan, sehingga bulan tampak merah tua bahkan merah tembaga, seakan 'berlumur darah', maka disebut bulan darah.
Karena bulan darah pada dasarnya adalah gerhana bulan total dan terjadi saat purnama, secara astrologi ia memperkuat satu lapis lagi makna gerhana bulan tentang 'hasil terungkap dan penyelesaian emosi', melambangkan titik balik yang kuat, pelepasan emosi yang terpusat, bahkan semacam penutupan yang dramatis. Ia kerap diberi rasa ritual yang lebih berat daripada purnama biasa.
Menghadapi bulan darah, saran tradisi sama dengan gerhana bulan: cocok untuk berpamitan, melepaskan, dan membereskan emosi yang menumpuk; tidak disarankan bertindak gegabah di puncak emosi, beri diri sedikit ruang penyangga. Hal di atas adalah penafsiran astrologi, dibagikan hanya untuk hiburan dan minat budaya.