Lima elemen adalah seperangkat gagasan inti dalam budaya tradisional Tionghoa, yaitu logam, kayu, air, api, dan tanah. Orang dahulu memakainya untuk meringkas dan menggambarkan sifat serta perubahan segala hal di dunia, dan ia muncul luas dalam adat, pengobatan tradisional, feng shui, dan ilmu nasib.
Di antara lima elemen ada dua kelompok hubungan klasik: saling menghidupi (kayu menghidupi api, api menghidupi tanah, tanah menghidupi logam, logam menghidupi air, air menghidupi kayu, seperti sebuah lingkaran) dan saling menaklukkan (kayu menaklukkan tanah, tanah menaklukkan air, air menaklukkan api, api menaklukkan logam, logam menaklukkan kayu). Logika 'saling menghidupi dan menaklukkan' ini mencerminkan pemahaman orang dahulu tentang keseimbangan dan siklus.
Dalam ilmu nasib rakyat, shio dan tahun kerap dipadukan dengan lima elemen, sehingga muncul istilah seperti 'naga air' atau 'kuda api'. Semua ini termasuk sistem budaya tradisional; pandanglah sebagai jendela untuk mengenal cara berpikir orang dahulu. Hal di atas dibagikan hanya untuk hiburan dan minat budaya.