Dari Bumi, Matahari tampak bergerak menyusuri jalur tetap di antara bintang-bintang sepanjang setahun, dan jalur itu disebut ekliptika. Para pengamat kuno membelah sabuk di sepanjangnya menjadi dua belas bagian sama besar yang masing-masing tiga puluh derajat, lalu menamainya menurut pola bintang sepanjang jalan, sehingga lahirlah dua belas zodiak dari Aries hingga Pisces. Dari situlah zodiak berasal.
Astrologi Barat kebanyakan memakai zodiak tropis, yang dimulai dari titik ekuinoks musim semi dan mengikuti musim. Sistem kedua, zodiak sideris, berpatokan pada bintang yang sesungguhnya di langit, dan seiring waktu kedua sistem itu perlahan menjauh dengan selisih yang terus bertambah. Karena itu, Leo yang dibicarakan para astrolog tidak persis sejajar dengan rasi bintang yang diamati para astronom dengan nama yang sama. Keduanya adalah sistem yang berbeda dan tidak boleh dicampuradukkan.
Memahami zodiak adalah fondasi untuk memaknai setiap konsep astrologi lainnya. Hal di atas adalah pengenalan kerangka dari tradisi astrologi, dibagikan hanya untuk hiburan dan minat budaya.