Blue moon sebenarnya tidak ada hubungannya dengan warna, melainkan menunjuk munculnya dua kali purnama dalam satu bulan kalender Masehi, dan yang kedua disebut blue moon; ada pula definisi tradisional 'purnama ketiga dari empat purnama dalam satu musim'. Karena siklus purnama sekitar 29,5 hari, sedikit lebih pendek dari kebanyakan bulan, sesekali bisa muat dua purnama, kira-kira sekali dalam dua tiga tahun. Ungkapan Inggris 'once in a blue moon' berarti 'sangat langka'.
Dalam astrologi, blue moon dipandang sebagai 'purnama ekstra', melambangkan kesempatan kedua yang langka, kesempurnaan yang terlambat datang, atau penutupan akhir sebuah urusan. Karena kelangkaannya, ia kerap dianggap titik waktu yang sangat sarat ritual.
Pembacaannya mirip purnama biasa, cocok untuk menuai, bersyukur, dan melepaskan, hanya saja dengan tambahan rasa 'peluang langka, manfaatkan baik-baik'. Hal di atas adalah penafsiran astrologi, dibagikan hanya untuk hiburan dan minat budaya.