Gerhana matahari terjadi saat bulan baru, ketika Bulan menyelip persis di antara Matahari dan Bumi lalu menghalangi sebagian atau seluruh cahaya matahari; gerhana bulan terjadi saat bulan purnama, ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan lalu menjatuhkan Bulan ke dalam bayangannya. Keduanya adalah peristiwa astronomi yang nyata dan dapat diamati, ditentukan oleh sejajarnya ketiga benda langit itu.
Gerhana cenderung datang berpasangan, dengan satu gerhana matahari dan satu gerhana bulan dalam jarak sekitar dua minggu, sebuah rentang yang kerap disebut musim gerhana, yang jumlahnya kira-kira dua atau tiga setahun. Dalam astrologi, gerhana diperlakukan sebagai titik balik yang lebih intens daripada bulan baru atau purnama biasa, melambangkan akhir, penyingkapan, dan pembersihan, serta kerap dikaitkan dengan pergeseran irama hidup. Ini adalah simbolisme tradisional, dibagikan hanya untuk hiburan.
Pandangan yang masuk akal adalah memperlakukan musim gerhana sebagai penanda waktu yang layak dicatat, cocok untuk meninjau dan mengucapkan selamat tinggal pada babak lama, alih-alih menjatuhkan vonis mutlak tentang nasib baik atau buruk.