Bulan purnama terjadi ketika Bulan mencapai titik yang berseberangan dengan Matahari, dengan seluruh sisi tersinarinya menghadap Bumi, sehingga kita melihat cakram bulat yang utuh. Ia muncul sekitar dua minggu setelah bulan baru dan merupakan puncak terang dari siklus bulan.
Dalam astrologi, bulan purnama kerap dibaca sebagai puncak emosi dan energi: persoalan yang sebelumnya menyemai mencuat ke permukaan, menjadikannya saat yang baik untuk menuai hasil sekaligus melepaskan apa yang tak lagi dibutuhkan, itulah sebabnya ia begitu sering dikaitkan dengan pelepasan. Sebagian orang melakukan perangkuman dan pembersihan saat bulan purnama. Ini adalah simbolisme tradisional, dibagikan hanya untuk hiburan.
Memandang bulan baru dan bulan purnama sebagai satu siklus membuat segalanya lebih jelas: bulan baru menanam niat, bulan purnama membawa perwujudan dan pelepasan. Bekerja dengan irama itu untuk melaju atau mengucapkan selamat tinggal lebih bermanfaat daripada menempelkan label baik-atau-buruk yang mutlak padanya.